Smelting Mini Project

Hasil yang kurang memuaskan pada semester yang berakhir di bulan juni 2012 sudah mulai tidak terasa lagi, karena pada saat yang bersamaan sedang menjalani “mini Project” yang saya kerjakan sendiri pada sebuah perusahaan ekstraksi tembaga satu-satunya di Indonesia.

ada beberapa orang yang juga sedang menjalani studi maupun mini project seperti yang saya jalani. akan tetapi, kita mengerjakan pekerjaan dengan tema yang berbeda-beda. jadi intinya project kita kerjakan sendiri-sendiri.

entah kebetulan seperti apa ini, ternyata saya dan heriyon yang berasal dari UI sekosan dengan 2 anak Gajah. hahahha, anak Gajah

kebetulan yang entah awalnya disesali atau harus disyukuri. šŸ˜€ tibalah hari pertama kami di terima dengan menitipkan KTP dan mengalungkan ID yang bertuliskan “guest” . Ā menemui pak Eko Ricu Susilo yang merupakan senoir engineer. Beliau adalah pembimbing kami UI Mt’90an, dan juga mister marco Brachtomo engineer Metal ITB ’06 sebentar bertemu beliau ruang tunggulah yang siap melahap kami dalam kebosanan dan ketidaknyamanan yang terus saya fikirkan, apalagi bersama anak Gajah. hahaha….

eh ternyata semua yang saya bayangkan di ruang tunggu VIP room yang kotaknya sudah bertulisĀ occupiedĀ pecah oleh canda saling ejek hal yang berbau rasis sebenernya hahahha. :D. gelas demi gelas dari mulai es Milo (minuman paling disenangi) es jeruk dan susu mulai menguap beriringan dengan kebosanan yang ternyata kadang terjadi dan tidak.

gemertak suara pintu memaksa canda kami terhenti begitu juga musik yang coba dilantunkan dengan dentuman klasik yang mengiringi proses rasisme yang sedang terjadi, bisa dibilang anak gajah menyenangkan tidak seperti yang teman-temanku katakan melalui berbagai media saat UI bertemu anak Gajah (ganti ITB aja deh ga enak kalo ke baca.) Ā Pak Djoko sosok yang kami damba-dambakan dalam kebosanan pun akhirnya datang bersama kamera yang telah ditentengnya. bergantian kami di suruh menepi ke dinding untuk diberikan kilatan cahaya yang memaksa kami tersenyum agar terlihat tampan. šŸ˜€

menunggu lagi itulah jadwal selanjutnya. setelah menuliskan ukuran sepatu, baju, celana dan perlengkapan safety lain. sejam kemudian bapak-bapak petugas yang samapai sekarang saya tidak mengetahui namanya melemparkan sekarung pakaian dan perlengkapan safety kepada kami. bergaya-gaya dengan pakaian safety yang baru saja kami terima ditemani jilatan-jilatan flash yang tentu setiap orang melakukannya untuk mengganti PP, DP atau apa lah namanya. hahahaha.

yah hanya itulah yang kami kerjakan di perusahaan seharian.

hari ke 2, ID card dengan foto tampan, bertuliskan mahasiswa metalurgi UI dan ITB Ā menemani hari kami tanpa kalung bertulis “guest” lagi.

pemaparan demi pemaparan kami terima, dari mulai safety, environment, sejarah perusahaan, dan proses yang terjadi telah terlahap walau dengan rasa yang berbeda-beda. saat ini rasa-rasa itu sudah lupa lagi. alias lupa šŸ™‚

tour plant pun menjadi agenda kami selanjutnya sebelum kami dibebaskan tugaskan hari itu. jetty, storage, smelter furnace, anode furnace, caster sampai refining pun kami jelajahi. setiap tempat mempunyai tingkat keamanan yang berbeda-beda. refining process adalah tempat yang paling ketat pengamananya karena selain copper cathode yang dihasilkan, dihasilkan juga platina, emas, perak dalam bentukĀ slimeĀ yang pengolahanya dilakuakan di negara asal kaisar Hirohito.

Image

hari ke 3.

pemberian tema project adalah saat yang paling penting kami dengarkan. akan tetapi, sampai hari ke 3 tema belum kami terima. hanya dari mister Marco Brachtomo saja kami sedikit mendengar kira-kira tema apa yang akan kami terima dan kerjakan. hari ke 3 pun berakhir mengecewakan dan membosankan. hahahha (bagi gw membosankan)

Image

to be continue…….

Advertisements