Taubat…

Banyak sekali Ayat didalam Al-Quran yang membahas mengenai taubat. Kandungan ayat yang ada tersebut tentunya mengenai Taubat Nasuha, bukan taubat sambel, yang lama kelamaan sambel yang dimakan pedasnya berangsur-angsur menghilang.

Taubat Nashuha,  Yaitu tidak kembali kepada kesalahan yang sebelumnya diperbuat dan mengganti dengan amal ibadah yang banyak. Setiap taubat yang sungguh-sungguh dari dosa sebesar apapun, akan dibukakan pintu ampunan oleh Allah, bahkan Al-Quran menggambarkan:

kebahagiaan Allah itu seperti seorang gembala yang kehilangan peliharaannya, kemudian menemukannya kembali. Sebegitu senangnya Allah menerima kembalinya kita pada-Nya karena Allah memiliki sifat Ghofurur Rohim,Maha Pengampun.

Taubat seseorang itu bisa dilihat dari beberapa hal:

  • Mengendalikan lisan dari ucapan yang tidak berguna
  • Jauh dari rasa iri,dengki dan sikap permusuhan
  • Menghindari lingkungan/teman yang buruk
  • Taat pada perintah Allah dan menjauhi laranganNya

Tanda apa yang bisa diketahui bahwa taubat seseorang diterima?

  1. Berkumpul dengan orang yang sholeh dan tidak bergaul dengan teman buruk. (Sebenarnya yang namanya teman hendaknya selalu mengajak kepada kebaikan, jika ada teman yang mengajak pada kedzaliman berarti ia bukanlah teman tetapi musuh dalam selimut. Karena senang jika kita dalam keburukan)
  2. Senantiasa menjauhi perbuatan dzalim dan rajin beribadah
  3. Tidak terpancang hanya pada kepentingan dunia, sebaliknya selalu ingat akan adanya Akherat sehingga apa yang dilakukan di dunia adalah persiapan untuk hari akhir.
  4. Tawakal atas rezeki yang diberikan Allah setelah berikhtiar

Tingkatan Taubat menurut Imam Ghazali adalah sbb:

  • Pertama: bertaubatnya seseorang dan istiqomahnya ia di jalan Allah hingga akhir hayatnya.Sehingga ia disebut As-Sabiq Bil Khairat yang artinya mampu merubah perilaku buruk dengan kebaikan. inilah taubat yang sebenarnya/Taubat Nashuha yang insyaAllah akan mendapat ridho Allah dalam kehidupannya baik di dunia maupun di akherat.
  • Kedua: Orang yang bertaubat dari dosa besar,tetapi dalam perjalanan taubatnya selalu mendapat ujian hingga tidak sengaja ia terjatuh dalam dosa,tetapi hatinya senantiasa sedih dan menyesal sehingga ia berusaha memperbarui tindakannya dengan memperbaiki niatnya.
  • Ketiga: orang yang bertaubat untuk beberapa lama tapi kemudian hawa nafsu mengalahkannya sehingga ia berbuat dosa lagi.Namun demikian ia masih mau melakukan amal shaleh,ia masih meminta pertolongan Allah agar mampu mengendalikan hawa nafsunya.
  • Keempat: orang yang bertaubat hanya sebentar saja,tapi kemudian berbuat dosa lagi tanpa dibarengi penyesalan sedikitpun,bagaikan orang lalai bahwa ia telah bertaubat.Pada tingkatan ini ditakutkan orang bisa meninggal dalam keadaan su’ul khatimah.Yaitu ajal menjemputnya saat ia melakukan dosa, bukan saat ia bertaubat.Naudzubillah.

Semoga dengan tahunya kita semua akan taubat,membuat kita benar-benar bertaubat meninggalkan dosa besar,terus bertaubat dari dosa-dosa kecil,senantiasa memperbarui niat dan melakukan lebih banyak amal shaleh.

Seperti yang dapat kita baca di bawah ini, sabda Rasulullah perihal shalat taubat…

Dari Ali bin Abi Thalib r.a ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‘Tidaklah seseorang melakukan dosa kemudian ia bersuci (berwudhu) dan salat lalu minta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya itu, beliau lalu membacakan firman Allah (QS. Ali Imran 135).'” (HR. at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani)

Didalam riwayat Thabrani dengan sanad hasan dari Abu ad Darda bahwa Nabi saw bersabda,
”Barangsiapa yang berwudhu lalu membaguskan wudhunya lalu melaksanakan shalat dua rakaat atau empat rakaat, baik ia shalat wajib atau yang bukan wajib dengan membaguskan ruku, sujudnya lalu memohon ampunan kepada Allah maka Allah akan mengampuninya.”

Ya Ghofur Ya Bashir..
Engkau Maha Melihat segala perbuatan kami yang tampak dan tersembunyi
Engkau juga mengetahui segala dosa dan taubat yang kami lakukan
Kepada siapa lagi kami memohon ampun jika bukan Engkau yang Mengampuni kami?
Mudahkanlah jalan taubat kami Ya Allah,Ya Fatah..Ya Rozak.. ya Latif.. Ya Allah…
Aminnn..

Created, Edited and Arranged by teguhimamburhanudin

Advertisements

Pribadi Original

Perubahan diri memang harus selalu dilakukan menuju tempat yang lebih baik, menuju kemampuan yang lebih baik, menuju sikap yang lebih baik, menuju pribadi yang lebih bermanfaat, menuju karakter yang kuat, menuju prinsip yang hebat dan semua itu akan bermuara pada pembelajaran hidup yang lebih baik menuju aktualisasi diri.

 

 

Ibarat sebuah komputer lama yang kemampuannya pas-pasan dan harus selalu di upgrade, harus selalu di pelihara untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan bisa digunakan dalam berbagai keperluan dan menjalankan hal-hal yang membutuhkan spesifikasi tinggi untuk menjalankannya. yah seperti itulah bagiku hidup, harus mengganti part-part lama yang akan menunjang kita menuju optimasi kemampuan terbaik untuk selalu bisa mengikuti dan menjalankan program dunia yang selalu berkembang dan tentunya requirement tinggi yang dicanangkan…..

Saatnya mulai berbenah, berubah, menuju kemaslakhatan, menuju penemuan mahsyur yang bermanfaat bagi manusia…

” Actually, no body perfect…
Dengan segala kekurangan dan sedikit kelebihan,
Semuanya menjadi lebih baik sebagai pribadi yang original…”

Standarisasi Emosi

Pagi ini, 13 Desember yang cukup membuatku bahagia, sedih, merana, dan mungkin kata-kata yang tepat adalah nelangsa gila. yah Nelangsa gila, ada kalanya aku ingin mengethui banyak hal yang tidak akan mengganjal fikiranku, perasaanku dikemudian hari. karena menyelesaikan masalah adalah hal yang akan membuat diri kita menjadi tenang, melepas beban, dan tentunnya akan bisa melanjutkan hidup dengan perhitungan yang ada tanpa diselimuti bayang-bayangi bodoh penebakan, kecurigaan maupun kerangka berfikir yang salah tentang seseorang.

Ada sebuah cerita masa lalu seseorang yang sebenernya ingin sekali kudengar, ingin sekali mengetahuinya, ingin sekali mendengar langsung kejujurannya, dan hal itulah yang membuatku tenang akan dirinya. tapi apa mau dikata, hasrat ingin tenang yang dalam dengan cerita-cerita, penjelasannya dan kejujuran yang kemudian menjadi begitu emosional dalam iring-iringan sirine emosional yang masuk ke telingaku dan sejujurnya aku menjadi sakit akan bunyinya.

Hampir satu tahun,.. adalah waktu yang cukup lama buatku, dan baru dikatakan tentang kejujurannya pada saat ini. tenang dia bisa membuka segalanya, sedih akan pengalamannya, bahagia dia mau jujur, dan emosional akan keseluruhannya. itulah kenapa aku merasa layaknya nelangsa gila.

“Pria yang baik untuk wanita yang baik, wanita yang baik untuk pria yang baik.” Saat ini aku belum cukup baik  kalau merujuk statement seperti itu.

“Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu, Karena itu memeberi kesempatan untuk lebih belajar lagi” Yah aku belajar, aku elajar aku belajar !!! Harus bisa belajar….

“Ada yang punya ilmu tapi tak paham, Ada yang paham tak menjalankan” kata-kata dari Ali Bin Thalib  itulah sekiranya yang menggambarkan hidupku berdasarkan saat ini 😦 Tapi Alhamdulillah aku mengetahui semuanya sekarang, karena tidak akan pernah menimbulkan dendam, sakit hati dan  kehinaan di suatu saat nanti.

Terimakasih 🙂